
Hi, kembali lagi, pada kali ini saya akan mengulas tentang arti mimpi gendong anak kecil. Bayi Itu Akhirnya Datang, simak penjelasannya di bawah ini menurut berbagai sumber terpercaya.
Sudah beberapa hari kemarin, saya sering mimpi gendong bayi. Bukan sering sih, mungkin ada lah 3 atau 4 kali.
Awalnya saya langsung khawatir, “Jangan-jangan, mama mau punya anak lagi neeh.” Serta merta tubuh saya keringet dingin sambil hati berteriak, “Adikku sudah lebih dari cukup, Ya Allah…”
Lalu, setelah mimpi gendong bayi itu datang lagi, akhirnya kini saya berpikir, “Apakah itu adalah bayi saya?”
TAPI BAYI DARIMANA?!
Akhirnya saya berkesimpulan kalau mungkin itu adalah petunjuk Allah agar saya cepat menikah dan punya bayi.
HAH, NIKAH?!
Entah kenapa tiba-tiba petir serasa menghantam saya saat itu juga.
Akhirnya, sambil berpikir jernih saya benar-benar berusaha melupakan mimpi gendong bayi itu.
Tapi mimpi itu datang lagi!!!
Dan kali ini mimpinya lebih spesifik.
Saya mimpi gendong seorang bayi laki-laki.
Saya mencoba berpikir positif, mungkin itu hanya kenangan saya ketika ngasuh Ismail dulu, adik laki2 saya yang sekarang kalau nangis suaranya naik hingga 8 oktaf.
Baca Juga: 3 Arti Mimpi Hamil Padahal Belum Menikah, Pertanda Baik Atau Buruk?
Dan kali ini mimpinya lebih spesifik.
Saya mimpi gendong seorang bayi laki-laki.
Saya mencoba berpikir positif, mungkin itu hanya kenangan saya ketika ngasuh Ismail dulu, adik laki2 saya yang sekarang kalau nangis suaranya naik hingga 8 oktaf.
Baca Juga: 3 Arti Mimpi Hamil Padahal Belum Menikah, Pertanda Baik Atau Buruk?
Lalu, kemarin semua kegalauan terjawab sudah.
Di tempat saya ngajar, ada guru yang baru masuk setelah cuti melahirkan. Dan kini beliau tinggal di Bangbayang, tempat saya tinggal bersama adik setengah lusin dikurangi satu dan orangtua saya yang cantik dan gantengnya melebihi tokoh utama di dorama Itazura Na Kiss.
Di tempat saya ngajar, ada guru yang baru masuk setelah cuti melahirkan. Dan kini beliau tinggal di Bangbayang, tempat saya tinggal bersama adik setengah lusin dikurangi satu dan orangtua saya yang cantik dan gantengnya melebihi tokoh utama di dorama Itazura Na Kiss.
(http://www.portalsinopsis.com/2015/06/biodata-pemain-itazura-na-kiss-2-love-in-tokyo.html)
Ibu guru itu -panggil saja Bu Ummi-, ke sekolah ngangkot sambil bawa bayi. Sedangkan tempat saya ngajar, jalannya agak tidak manusiawi untuk seorang ibu-ibu sambil gendong bayi jalan kaki dari turun angkot ke sekolah.
Akhirnya beliau bilang, “Bu Sarah,mau ga kalau ke sekolahnya bareng saya pake motor. Ada motor nganggur tuh di rumah, tapi nanti ibu tolong gendongin anak saya ya bu. Ntar saya yang nyetir motornya.”
“OINI, ARTI MIMPI ITUUU??”
Seolah dapat jawaban atas mimpi-mimpi itu, saya langsung melirik bayi yang kelak akan selalu bersandar pada saya ketika pulang dan pergi ngajar, “Deeek, ternyata kamu datengin kakak di mimpi ya?”
Dan akhirnya hari itu pun tiba. Saya gendong bayi laki-laki berusia 4 bulan dengan perasaan antara senang dan takut.Kalian tau ga sih rasanya gendong bayi sambil berusaha duduk di atas motor? Itu pas berhasil duduk saya berasa di sorakin bobotoh saking senengnya karena berhasil duduk dengan rapi dan takut kalau itu bayi menggelinding ke tanah begitu saya berhasil duduk.
Hal yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya ketika saya liat ibu-ibu bawa bayi duduk dibonceng motor dengan selimut bayi yang kelebat-kelebat tertiup angin.
SIEUN LABUH IH NYAHO!!!! (takut jatuh ih tau!)
Banyak fantasi liar yang muncul saat saya gendong dede di atas motor, ketika melewati para tetangga yang lewat saya berpikiran kalau mereka akan bilang, “IIIIHH ITU ANAK PAK NANA KOK BAWA BAYIIII??? KAN BELUM NIKAAAAAH!”
Atau lebih horornya gimana kalau mamah pas lagi di warung liat saya gendong bayi lalu tiba-tiba teriak, “HAH, TETEH ETA BAYI DARIMANA?! MAMAH DAN BAPAK TAK AKAN MENGANGGAPMU ANAK LAGI, PERGI SANAAAAHH!”
Pelajaran pertama yang saya dapat adalah bahwa kehebatan seorang ibu amat saya rasakan disini. Tanpa alasan apapun untuk meninggalkan anaknya sendirian di Daycare, beliau rela ngajar sambil bawa-bawa bayi. Terlepas dari berbagai pilihan seorang ibu yang ingin hanya menghabiskan waktunya di rumah saja ataukah ingin mengamalkan ilmunya dengan beraktifitas si luar seperti mengajar, seorang ibu tetaplah hebat dengan semua amanah yang Allah berikan untuknya. Pas Hamil, Bu Ummi bawa-bawa bayi dalem perutnya ke sekolah dan pas udah melahirkan, anaknya dibawa karena tak memiliki sanak saudara di Bandung.
Ujian para ibu di dunia ini amat banyak dan tentunya berbeda-beda. Mungkin bagi sebagian ibu yang bekerja, para ibu yang tidak bekerja akan memandang iri sambil berkata, “Enak yaa, nggak usah ngasuh anak.” Tapi mungkin dibalik itu ada ujian besar bagi si Ibu pekerja. Bisa aja datang dari anaknya yang nakal karena salah asuhan atau kurang perhatian.
Pelajaran kedua mengajarkan saya kalau kita mimpi, jangan asal menafsirkan sendiri. Emangnya kita nabi Yusuf? bisa mengartikan mimpi secara akurat.
Kita hanya manusia biasa yang diberi akal untuk kita berfikir.
Iya, ibu adalah hebat, siapapun kamu, selama kamu adalah perempuan, berbanggalah dan berbahagialah! Karena Allah sudah memercayakan kita untuk menciptakan peradaban.
Baca Juga: 9 Arti Mimpi Punya Anak, Pertanda Baik Atau Buruk?
Baca Juga: 9 Arti Mimpi Punya Anak, Pertanda Baik Atau Buruk?
Oh iya, untuk dede Haidar, kalau sekarang bersandarnya ke Kakak, nanti kalau udah besar bersandarnya ke Allah ya, Dek!
Begitulah informasi tentang Bayi Itu Akhirnya Datang semoga dengan informasi di atas tersebut bisa menambah pengetahuan kamu, terima kasih
0 comments:
Post a Comment